Jumat, 11 Desember 2015

The Grondey and The First Experience (Part 2)

The Grondey and The First Experience (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Malam ini Darwin tak bisa tidur. Dia terus mengingat-ingat Profesor. Albert William – Kakeknya – yang kabarnya sakit parah. Dia sungguh tak bisa membayangkan jika Kakeknya itu meninggal. Karena memang umur Kakeknya sudah mencapai tujuh puluh tahun.

Dia masih terduduk di tempat tidur biasanya dan memandang beberapa temannya yang sedang bergulat dengan alam mimpinya. Dia melihat Edgar membuat lautan di bantalnya. Dia juga melihat Polly Marco sedang mengigau. Dia hanya mendengar beberapa bagian kata. Seperti, ‘Yeay, aku bisa terbang’. Karena memang benar, dia sangat buruk dalam hal menggunakan sapu terbang. Dan dia adalah murid paling jail bersama Bert Wilson. Tiap harinya mereka hanya bisa menjaili saja.

Darwin segera meloncat ke atas tepan tidurnya. Dia menelungkupkan tubuhnya dan mencoba tidur. Namun hasilnya sama saja. Dia tak bisa tidur. Pikirannya sedang kacau balau. Dia harus tenang dulu jika akan tidur.

Beberapa minggu yang lalu, Edgar bilang kalau dia adalah anak laki-laki paling baik yang pernah dia temui. Dia berbeda dengan Polly dan Bert yang kerjanya hanya menjaili Dustin George, si anak coklat. Pernah suatu hari, Polly dan Bert menyelipkan permen coklat meledak yang bisa meledak ketika kita kunyah. Entah darimana mereka mendapatkannya. Tapi yang pasti, Dustin merasa kaget dan hampir menangis. Tentu saja, apa yang akan kita rasakan jika memakan coklat dan meledak di mulut kita?

Edgar juga bilang bahwa Eli
... baca selengkapnya di The Grondey and The First Experience (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 28 November 2015

Salah Definisi

Salah Definisi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sebagian orang tidak berhasil menumbuhkan keterampilan menulisnya karena menganut definisi yang salah tentang apa itu menulis. Mereka terlalu fokus pada definisi menulis menurut logika, tetapi gagal membuat definisi yang “emosional”.

Menulis, kata Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti (1) membuat huruf, angka, dsb; (2) melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang dan membuat surat) dengan tulisan; mengarang cerita; (3) menggambar, melukis; (4) membatik.

Nah, membaca definisi seperti itu apakah membuat Anda jadi bersemangat dan mulai menulis? Atau Anda perlu mencari definisi yang lebih canggih lewat om google, untuk kemudian bingung sendiri karena banyak sekali alternatif definisi tentang apa itu “menulis”.

Buat saya, definisi menulis yang benar adalah definisi yang mendorong kita menulis dan terus menulis. Inilah yang saya sebut definisi “emosional”. Bagi si A menulis itu adalah aktualisasi diri; bagi si B menulis adalah menafkahi diri; bagi si C menulis adalah soal mendesain dengan metodologi tertentu; bagi si D menulis adalah melepaskan beban-beban emosi negatif; dan sebagainya. Sepanjang definisi yang Anda anut membuat Anda menulis, saya anggap itulah definisi yang benar.

Jadi, menurut Anda, menulis adalah …….. (apa pun jawaban Anda saya anggap benar). Maka mulailah menulis. Sekarang juga!

* Andrias Harefa, Penulis 35 Buku Best-Seller; T
... baca selengkapnya di Salah Definisi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Mawar Dari Surga

Mawar Dari Surga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

14 Februari 2006

Dua minggu yang lalu pesawat yang ditumpangi Arga telah dinyatakan hilang, hingga hari ini pesawat yang ditumpangi Arga belum ditemukan. Arga adalah suamiku, kami menikah sekitar tiga bulan yang lalu. Saya mulai pasrah menerima keadaan ini. Beberapa kerabat sering datang ke rumah untuk memberi dukungan doa dan penguatan.

Kupandangi seikat bunga layu di dekat foto Arga. Bunga layu itu adalah hadiah valentine dari Arga untukku setahun yang lalu. Sekalipun Arga bukan sosok yang romantis, ia sering memberi kejutan-kejutan kecil kepadaku. Memberi bunga padaku saat Valentine adalah salah satu hal wajib bagi dia.

Hari ini sebenarnya adalah Valentine pertama bagi pernikahan kami. tapi Arga malah ?pergi? meninggalkan aku.

...

?Permisi..? kudengar suara orang mengetuk pintu. Segera aku menuju pintu dan membukanya.

?Apakah ini rumah Ibu Arga ?? tanya orang itu.

?Ya saya sendiri.? Jawabku

?Ini bu.. cuma mau mengantar kiriman bunga dari Bapak Arga.? Katanya sambil menyodorkan seikat Bunga Mawar yang sangat indah. Aku baca tulisan di kertas kecil,
... baca selengkapnya di Mawar Dari Surga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Elang atau Kalkun

Elang atau Kalkun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mark Victor Hansen adalah orang yang menciptakan seri buku Chicken Soup.

Waktu penghasilannya baru mencapai $ 1 juta, ia bertemu dgn Anthony Robbins dan bertanya padanya. ?Penghasilan Anda demikian besar, bagaimana saya bίsα mencapainya juga ?

Anthony bertanya, ?Siapakah kelompok pergaulan yang jadi pemikir utama Anda ??

Ia menjawab, ?Kelompok jutawan?.

Anthony Robbins berkata, ?Itulah kekeliruan Anda.

Anda harus bergaul dgn kelompok miliarder, pasti mereka akan membuat Anda berpikir pada tingkatan mereka.?

Kini penghasilan Hansen sudah hampir mencapai angka $ 1 milyar.

Seorang teman atau komunitas tertentu bίsα mempengaruhi kitα dari segi baik atau buruk.

Hal ini diteguhkan juga oleh penelitian yang dilakukan Dr. David dari Universitas Harvard, yang menyimpulkan bahwa setelah 25 tahun hidup maka teman2 Anda akan memiliki pengaruh terhadap hidup ătαŭ kesuksesan Anda.

Pada dasarnya manusia memang senang beradaptasi ătαŭ mengikuti pola hidup lingkungannya. Bila ќitα bekerja diantara orang2 yang rajin, berdisiplin tinggi, selalu menjaga mutu , kualitas dan jujur, maka cepat atau lambat kita akan meniru gaya hidup mereka.

Na
... baca selengkapnya di Elang atau Kalkun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 24 November 2015

Momen = (Mo)tivasi (Men)jadi

Momen = (Mo)tivasi (Men)jadi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pernah suatu saat saya mengajari Dadan, anak laki-laki saya, 4 tahun, melontarkan bola basket ke arah backboard, menemukan sudut pantul yang tepat; agar bola tak membentur ring dan langsung menerobos net.

Berkali-kali ia mencoba melempar, mencapai backboard pun tidak; apalagi memantul. “Ayo, lebih kuat lagi lontaranmu, Nak!,” teriak saya berkali-kali menyemangati. Sekeras apa pun saya berteriak, sekuat apa pun ia berusaha; tetap saja bola tak mencapai backboard. Bola bergerak naik tak lebih dari setengah jarak antara lantai dan ring. Bola tak pernah mengenai sasaran dan selalu terus jatuh ke lantai, diikuti pandangan mata kosong anak saya, tanda kekecewaannya.

Tak sabaran, saya peragakan contoh melempar sesantai mungkin, seolah saya melemparkan tanpa tenaga, sembari berucap: “Lihat! Begini saja kok, Nak, kenapa sulit?” Anak saya berusaha dan berusaha lagi, namun tak pernah lemparan bolanya berhasil membentur backboard.

Akhirnya ia terduduk terengah-engah setengah baring dengan kedua lengan tangan bertelekan di lantai. Katanya lirih: “Buat ayah mudah sekali membikin bola itu naik, memantul ke bawah, dan menerobos net. Ayah tak mau tahu, betapa sulit bua
... baca selengkapnya di Momen = (Mo)tivasi (Men)jadi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu